Perbedaan: WANITA KARIR Dan IBU RUMAH TANGGA

Peran wanita dalam segala aspek kehidupan di era globalisasi saat ini bisa dibilang sama rata dengan peran para pria. Apa yang biasa dikerjakan oleh para pria kini bisa di lakukan oleh para wanita dengan sama baiknya bahkan mungkin ada beberapa bidang dimana wanita lebih unggul dari pada para pria.


Sejak emansipasi wanita mulai disuarakan dengan lantang, kini peran seorang wanita dalam aspek kehidupan sehari-hari tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika dulu seorang wanita hanya diwajibkan untuk menjalankan tugas sesuai kodratnya sebagai seorang wanita, sekarang ini pekerjaan para pria pun bisa di lakukan oleh seorang wanita.

Mereka yang meninggalkan peran aslinya sebagai seorang wanita biasa disebut WANITA KARIR. Namun, masih ada beberapa wanita yang berpikir bahwa tidak layak seorang wanita melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kodratnya. Mereka berpendapat bahwa wanita sejati itu ialah menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA. Lantas apa saja perbedaan antara WANITA KARIR atau IBU RUMAH TANGGA?

Sumber team-loox kali ini yang seluruhnya adalah wanita dan sebagaian besar telah berumah tangga mempunya pendapat yang berbeda tentang memilih hidup menjadi seorang WANITA KARIR atau IBU RUMAH TANGGA. Berikut ini team-loox sajikan perbedaan seorang WANITA KARIR dan IBU RUMAH TANGGA.

Wanita Karir vs Ibu Rumah Tangga
Wanita Karir vs Ibu Rumah Tangga

GAYA HIDUP


Seorang WANITA KARIR biasanya memiliki gaya hidup yang sedikit berlebihan. Kebanyakan dari mereka memiliki sifat selalu merasa kurang atau tidak pernah puas. Terkadang mereka juga boros dalam hal pengeluaran. Mereka sering lepas kontrol dan tidak bisa menahan diri untuk memilah antara kebutuhan dan keinginan.

Walaupun saat ini sudah banyak ditemui IBU RUMAH TANGGA yang biasa disebut dengan ibu-ibu sosialita, tetapi pada umumnya seorang IBU RUMAH TANGGA adalah seorang wanita yang sederhana. Mereka tidak terlalu sibuk mempedulikan perkembangan tren-tren masa kini, seperti fashion, gadget, elektronik atau kendaraan.

PEMIKIRAN


Seorang WANITA KARIR berpikir untuk hidup mandiri. Mereka tidak menggantungkan hidup kepada orang tua atau suami. Pengaruh gaya hidup mereka bisa menjadi faktor utama lahirnya pemikiran tersebut. Dari informasi beberapa sumber yang kami dapatkan, alasan utama mereka memilih menjadi seorang WANITA KARIR karena mereka tidak mau menyia-nyiakan ilmu yang mereka pelajari di sekolah maupun perguruan tinggi.

Mengabdi kepada suami, merawat anak dan mengurus keperluan keluarga adalah tujuan hidup utama dari seorang IBU RUMAH TANGGA. Mereka mempunyai prinsip dan pemikiran bahwa pekerjaan tersebut adalah tanggung jawab dan juga kodrat seorang wanita. Meskipun begitu bukan berarti mereka adalah seorang wanita yang tidak mempunyai dasar pendidikan. Beberapa sumber kami yang merupakan seorang IBU RUMAH TANGGA kebanyakan adalah seorang diploma maupun sarjana.

KELUARGA


Biasanya seorang WANITA KARIR lahir dari keluarga yang mengedepankan pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dididik untuk menjadi seorang wanita yang tidak bergantung pada orang lain. Tetapi ada juga beberapa WANITA KARIR yang terpakasa bekerja karena tuntutan dan tekanan dari keluarga.

Kebanyakan seorang IBU RUMAH TANGGA lahir dari keluarga yang sederhana dan lebih mengedepankan rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu, tuntuan dari suami juga menjadi faktor seorang wanita memilih menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA. Tetapi, alasan terbesar mereka memilih menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA adalah anak.

LINGKUNGAN


WANITA KARIR terbiasa hidup di lingkungan pekerja. Selain dari keluarga, teman juga memiliki pengaruh terhadap pemikiran mereka. Kebanyakan mereka terpengaruh oleh pendapat teman-teman mereka tentang kelebihan menjadi seorang WANITA KARIR. Memiliki uang sendiri, bebas dari belenggu orang tua dan memiliki banyak teman adalah beberapa doktrin yang membuat WANITA KARIR itu menguntungkan.

Tinggal di lingkungan yang jauh dari hingar bingar dunia adalah salah satu penyebab seorang wanita memilih untuk menjadi seorang IBU RUMAH TANGGA. Meskipun begitu ada juga beberapa yang tinggal di perkotaan, namun kehidupan di sekitar mereka kebanyakan adalah keluarga yang sederhana dan sebagian besar wanita disana adalah seorang IBU RUMAH TANGGA.

WAKTU


Seorang WANITA KARIR menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Dari berbagai riset, fakta membuktikan bahwa rata-rata seorang pekerja atau karyawan menghabiskan waktu kurang lebih 10 jam untuk bekerja termasuk diperjalanan. Jika mereka memiliki pola tidur normal 8 jam, maka mereka hanya memiliki waktu 6 jam bersama keluarga di rumah. Itu belum termasuk saat mereka bersiap diri atau mengerjakan tugas kantor. Sehingga bagi seorang WANITA KARIR waktu bersama keluarga adalah waktu yang paling berharga.

Seorang IBU RUMAH TANGGA memiliki banyak waktu untuk keluarga. Mulai dari menyiapkan keperluan suami dan anak, memasak dan membersihkan rumah. Merekapun tidak akan pernah ketinggalan untuk melihat langsung perkembangan buah hati mereka. Mulai dari berguling, merangkak, berjalan hingga memanggil nama mereka.

KESIMPULAN


Siapapun itu, seorang WANITA KARIR atau IBU RUMAH TANGGA, wanita adalah wanita. Kodratnya untuk melayani keluarga adalah yang terpenting.

Menjadi seorang WANITA KARIR bukan berarti mereka melawan takdir atau kodrat seorang wanita. Mereka juga seseorang yang mulia karena membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Tetapi jangan sampai berlebihan karena kembali lagi, kodrat menjadi seorang wanita adalah yang tepenting. Jangan sampai pekerjaan anda membuat anda lalai terhadap keluarga.

Demikian juga dengan IBU RUMAH TANGGA. Jangan pernah sesekali mengeluhkan tanggung jawab anda atau kondisi ekonomi keluarga. Tetaplah bersyukur karena pekerjaan anda adalah pekerjaan yang mulia.
Read More »

Perbedaan: PEGAWAI Dan PEBISNIS

Menjadi PEGAWAI atau PEBISNIS? Pertanyaan yang muncul tersebut hampir dialami oleh seluruh sumber kami. Mungkin juga bagi semua orang. Ada beberapa yang memilih menjadi PEGAWAI. Namun tak sedikit pula yang berencana untuk meraih kesuksesan dengan menjadi PEBISNIS.


Dunia bisnis saat ini menjadi suatu pilihan hidup yang sangat digandrungi oleh semua elemen masyarakat. Faktor penyebabnya tak lain adalah perkembengan teknologi.

Kalau di zaman dulu biasanya bisnis hanyalah untuk kalangan pengusaha bermodal besar, saat ini tanpa modal pun semua orang bisa menjalankan bisnis mereka.

Dulu juga untuk membuka usaha di butuhkan tempat atau pabrik untuk memproduksi usaha mereka, sekarang di halaman atau bahkan di dalam rumah pribadi pun dapat dilakukan proses produksi.

Dalam memasarkan barang produksi pun seperti itu, di zaman sebelum teknologi berkembang pesat dibutuhkan waktu dan modal yang besar untuk mempromosikan produk mereka. Namun kini hanya cukup menjentikkan jari para pelaku bisnis sudah dapat mempromosikan produk mereka ke seluruh pelosok negri bahkan juga ke penjuru dunia.

Tetapi, kesuksesan bisnis tersebut tak lepas dari peran seorang PEGAWAI. Mulai dari proses produksi hingga pemasaran adalah tugas dari mereka masing-masing.

Beberapa informasi yang team-loox dapat dari berbagai sumber, mereka kebanyakan ingin menjadi pebisnis. Namun ada juga mereka yang berdedikasi tinggi untuk menjadi pegawai karena beberapa sebab.

Untuk itu, dalam artikel team-loox kali ini akan membahas tentang perbedaan antara PEGAWAI dan  PEBISNIS.


Pegawai vs Pebisnis


 

FINANSIAL


Kerja keras seorang PEGAWAI di hargai dengan gaji tetap. Selain itu mereka bakal mendapat bonus tambahan bila memenuhi atau mencapai target yang di inginkan oleh perusahaan atau lembaga tempat mereka bekerja. Semakin tinggi jabatan seorang PEGAWAI, semakin besar pula gaji dan bonus yang mereka terima. Dengan adanya gaji tetap dan bonus tersebut, para PEGAWAI dengan mudah dapat membeli sesuatu yang mereka idamkan. Apalagi dengan adanya gaji tetap mereka berani untuk membeli sesuatu dengan sistem kredit. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang justru terlilit hutang karena kredit sana sini, ini itu. Maka dari itu bagi para atau calon PEGAWAI, sebaiknya jangan terlalu berlebihan dalam membeli sesuatu. Pilihlah sesuatu berdasarkan kebutuhan dan kemampuan ekonomi anda.

Dalam berbisnis tidak selalu mendatangkan keuntungan besar. Tidak jarang para PEBISNIS yang pernah mengalami pailit atau kebangkrutan, terutama di tahun-tahun pertama sejak mereka memulai membuka usaha. Oleh karena itu, seorang PEBISNIS harus pintar-pintar dalam menata keuangan. Karena bagi seorang pebisnis, uang satu sen saja sangat lah berpengaruh terhadap kondisi perekonomian perusahaan mereka secara keseluruhan. Namun bagi seorang PEBISNIS yang telah meraih keuntungan besar, sudah pasti mereka bakal memiliki kekuatan finansial yang besar pula.

WAKTU


Dedikasi dan loyalitas seorang PEGAWAI sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau lembaga tempat mereka bekerja. Semakin loyal seorang PEGAWAI, maka semakin besar peluang mereka untuk bertahan di perusahaan atau lembaga tersebut, bahkan kenaikan pangkat atau jabatan bakal mereka terima. Namun ada sebuah konsekuensi dibalik itu semua. Adalah waktu. Jelas saja, PEGAWAI bakal menghabiskan lebih banyak waktu di kantor daripada di rumah sendiri. Waktu bersama keluarga pun terkikis karena pekerjaan yang menumpuk. Belum lagi jika perusahaan atau lembaga tersebut dalam keadaan genting. Tenaga dan pikiran anda bakal sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau lembaga tersebut. Istilah populernya adalah lembur.

Keuntungan menjadi seorang PEBISNIS adalah waktu yang tak terbatas. Apalagi di zaman modern seperti ini, dimana seorang PEBISNIS dapat menjalankan usaha mereka dimanapun dan kapanpun. Cukup dengan hanya bermodal smartphone dan koneksi internet saja. Sehingga waktu berkumpul dan berlibur bersama keluarga akan semakin banyak. Namun jangan sampai seorang PEBISNIS terlalu terlena dengan waktu yang cukup luang tersebut. Pikirkan juga kondisi perusahaan anda. Jangan sampai perusahaan anda bangkrut karena anda terlalu banyak berlibur.

PRESTISE


Menjadi seorang PEGAWAI adalah prestise bagi keluarga, terutama orang tua. Hampir seluruh sumber kami berpendapat bahwa orang tua mereka bangga bila anaknya menjadi PEGAWAI sebuah perusahaan besar. Seperti bank atau lembaga pemerintahan. Apalagi jika seorang PEGAWAI tersebut menduduki jabatan yang sangat tinggi. Memang itu semua adalah sebuah kebanggaan. Namun masih menurut berbagai sumber kami, mereka para orang tua tidak pernah mengerti betapa berat beban pekerjaan yang anak-anak mereka tanggung.

Memang di zaman saat ini, membangun perusahaan sendiri sangatlah mudah. Berbagai jenis usaha telah menjamur. Kini menjadi PEBISNIS adalah salah satu cita-cita dari beberapa sumber kami. Namun banyak dari mereka yang masih berusia muda tidak mendapat restu dari orang tua mereka untuk menjadi seorang PEBISNIS. Faktor penyebabnya adalah prestise. Menurut mereka tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang PEBISNIS. Apakah pemikiran tersebut masih berlaku jika bisnis anak mereka sukses kelak?

RELASI


Mungkin, kecuali petugas lapangan, seorang PEGAWAI memiliki lingkup kerja terbatas. Hubungan dan interaksi yang terjalin pun terbatas itu-itu saja. Kesempatan untuk bertemu dengan orang baru, lingkungan baru bahkan pengalaman baru sangatlah kecil. Untungnya teknologi saat ini berkembang pesat, sehingga memungkinkan untuk bisa berinteraksi dengan orang lain diluar rekan kerja mereka.

Dalam menjalankan usahanya, seorang PEBISNIS wajib berintersaksi dengan siapapun tanpa memperdulikan status dan golongannya. Karena dalam dunia bisnis, siapapun bisa menjadi pembeli atau pelanggan kita. Hal itu yang membuat seorang PEBISNIS memiliki banyak relasi yang memberikan pengetahuan dan pengalaman baru untuk kehidupan mereka.

FISIK dan PSIKIS


Pekerjaan apapun itu pasti bakal menguras fisik dan psikis tiap manusia. Sama halnya bagi seorang PEGAWAI. Berangkat pagi menghindari macet, kerjaan menumpuk, pulang malam, kejebak macet mengerjakan sisa pekerjaan di rumah. Rutinitas seperti itu jelas saja menguras tenaga dan pikiran. Berbagai macam penyakit bisa saja hinggap ke tubuh mereka dengan mudahnya. Untungnya lembaga atau perusahaan menanggung biaya asuransi kesehatan PEGAWAI. Sehingga biaya pengobatan tidak menambah beban para PEGAWAI.

Dengan waktu kerja yang fleksibel, seorang PEBISNIS dengan mudah mengatur kondisi fisik dan psikis mereka. Jika dirasa tubuh dan pikiran sudah mulai menurun, mereka bisa kapan saja memutuskan untuk beristirahat. Mereka juga bisa mengambil cuti untuk berlibur sembari menyegarkan pikiran kapan saja sesuka mereka.

KESIMPULAN


Pekerjaan apapun yang sedang kalian jalani saat ini, janganlah pernah mengeluh.
Berapapun itu penghasilan yang kalian dapat, hendaknya disyukuri.
Seberat apapun pekerjaan kalian, jangan pernah di sesali.

Setiap aspek kehidupan ini pasti memiliki sisi baik dan buruk.
Kita tidak akan pernah belajar bangkit bila terus menerus hidup enak.
Kita juga dapat belajar mensyukuri suatu nikmat disaat kita sedang kekurangan.

Tidak ada yang salah dari pilihan hidup tiap manusia. Karena mereka mempunyai hak penuh terkait pilihan hidup yang hendak diambil.

Yang terpenting adalah bekerjalah dengan halal. Hindari pekerjaan yang di haramkan. Karena kita bekerja bukan untuk diri kita sendiri. Ingatlah, disana ada keluarga kita yang akan menkmati hasil jerih payah kita selama ini.
Read More »

Perbedaan: BOSS Dan LEADER

Apa kunci sukses sebuah perusahaan, lembaga atau organisasi? Mayoritas yang orang lihat pertama kali dibalik kesuksesan tersebut adalah sosok seorang PEMIMPIN atau biasa disebut dengan BOS.


Dalam sebuah perusahaan, lembaga atau organisasi sosok seorang bos adalah sorotan utama dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Orang-orang bakal mengagumi sosok seorang pemimpin atau bos tersebut jika perusahaan, lembaga atau organisasi yang mereka pimpin meraih kesuksesan dan berbagai pujian akan dilayangkan untuk mereka.

Namun, sosok mereka yang dikagumi dan dipuja oleh orang-orang justru berbanding terbalik dengan pendapat para karyawan mereka. Dari pengalaman berbagai sumber team-loox, hampir di setiap jam istirahat maupun jam pulang kerja beberapa karyawan justru membicarakan sosok pemimpin atau bos tempat mereka bekerja. Kebanyakan dari para karyawan membahas tentang sistem kerja yang diterapkan oleh pemimpin atau bos mereka. Namun, ada juga karyawan yang justru mengagumi karakter pemimpin atau bos mereka.

Banyak artikel yang sebenarnya sudah pernah membahas tentang perbedaan-perbedaan seorang pemimpin. Dua jenis pemimpin ini biasa dibedakan dengan sebutan BOSS dan LEADER. Dalam artikel kali ini team-loox akan membahas perbedaan BOSS dan LEADER berdasarkan informasi dan pengalaman dari berbagai sumber kami.


Boss vs Leader
Boss vs Leader

KARAKTER


Pemimpin dengan sebutan BOSS adalah sosok horror bagi para karyawannya. Setiap langkah, suara bahkan tatapan matanya membuat mereka diliputi rasa takut dan gelisah. Tak heran jika banyak karyawan yang merasakan suasana kerja yang tidak nyaman. Selain itu pemimpin dengan karakter seperti ini sulit untuk berbaur dengan para karyawannya. Entah terlalu sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk atau memang untuk menjaga jarak antara atasan dan bawahan.

LEADER adalah sosok yang menciptakan rasa antusias kepada karyawannya. Tidak ada rasa gelisah ketika mereka hendak menghadap sang pemimpin dengan karakter seperti ini. Sosok pemimpin seperti ini mampu menghadirkan suasana kerja yang kondusif di dalam kantor. Mereka mau berbaur dengan para karyawannya untuk membahas pekerjaan maupun sekedar obrolan pribadi.

KEPEMIMPINAN


Seorang BOSS memimpin para karyawannya dengan tegas dan sedikit cenderung keras. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk memarahi dan menghukum para karyawannya yang membuat kesalahan sekecil apapun. Banyak juga dari mereka yang meiliki sifat merasa paling benar, arogan, dan keras kepala.

Dalam kepemimpinannya, terkadang seorang LEADER bersikap lembut terhadap karyawannya. Namun, tidak jarang mereka menjadi keras, terutama saat para karyawan tidak menjalankan tugasnya sesuai petunjuk yang telah ditentukan. Tetapi pemimpin dengan karakter ini termasuk orang yang cepat melupakan sesuatu dan seorang yang rendah diri. Mereka tidak malu untuk mengakui kesalahan serta meminta maaf.

SISTEM KERJA


Di dalam pekerjaannya, seorang BOSS "MENUNTUT" karyawannya untuk bekerja keras, bekerja dalam peraturan yang telah ditentukan dan sistematis. Kebanyakan, seorang BOSS lebih sering memberikan teori tentang pekerjaan yang harus dilakukan daripada memberikan contoh atau praktek kepada karyawannya.

Seorang LEADER "MENGAJAK" para karyawan untuk saling bekerja sama dalam semangat, kekompakan dan partisipatif. Mereka lebih sering turun tangan untuk memberikan contoh praktek pekerjaan yang harus dilakukan karyawannya. Tidak jarang mereka bahkan ikut membantu pekerjaan para karyawannya.

PERATURAN


Kedisiplinan adalah hal utama yang dikedepankan oleh seorang BOSS. Dari jam masuk dan pulang kerja, cara berpakaian, kesantunan di dalam kantor, termasuk hal-hal kecil yang menurut mereka tidak sukai, seperti minum atau makan makanan ringan disaat jam kerja, atau bahkan sering mondar-mandir ke kamar kecil. Seorang BOSS juga merupakan sosok yang apatis. Mereka tidak mau tahu apa yang sedang dialami oleh karyawannya dan sangsipun dilayangkan jika mereka melanggar peraturan yang telah dibuat.

Peraturan yang diciptakan oleh seorang LEADER sangatlah sederhana, yang terpenting adalah hasil pekerjaan karyawannya. Dalam membuat peraturanpun, mereka sering kali meminta pendapat para karyawannya. Jika para karyawan merasa keberatan dengan peraturan yang hendak dibuat, seorang LEADER pasti akan mencari solusi lain yang dirasa tidak memberatkan para karyawannya. Selama kesalahan yang dibuat oleh karyawannya masih dalam batas wajar, hanya peringatan saja yang akan mereka dapatkan.

PENGHARGAAN


Jika perusahaan, lembaga, atau organisasi yang mereka pimpin meraih kesuksesan, pastinya seorang BOSS lah yang akan menerima penghargaan atau reward dari hasil kerja mereka. Mereka seakan lupa dengan kerja keras dan loyalitas karyawannya dalam kesuksesan yang mereka raih

Setiap kesuksesan yang mereka raih, seorang LEADER tidak mau berbangga diri seorang diri. Mereka tidak pernah lupa dengan jasa para karyawannya. Acap kali dalam setiap pidato atau wawancara, mereka selalu menyebut "KAMI" dalam kesuksesan perusahaan, lembaga atau organisasi yang mereka pimpin.

KESIMPULAN


Dari pengalaman beberapa sumber kami, mereka lebih mencintai sosok seorang LEADER daripada seorang BOSS.

Pernah seorang sumber kami yang memiliki pengalaman kerja bersama pimpinan dengan sosok seorang LEADER. Ketika sang pimpinan tersebut memutuskan resign atau keluar dari pekerjaan, para karyawan menangisi kepergiannya. Meskipun sudah tidak lagi bekerja bersama, sosok tersebut tidak pernah memutuskan hubungan silaturahmi dengan para mantan karyawannya. Dari sekedar chatting di media sosial atau bahkan mengunjungi mereka.

Dilain cerita sosok seorang BOSS malah diharapkan kepergiannya dari perusahan, lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Ketika itu terjadi justru kebahagiaan yang dirasakan oleh karyawannya. Mereka seakan merasa terbebas dari jeratan tali yang mengikat erat tubuh mereka selama ini.

Untuk itu, bagi anda sekarang ini menjadi pemimpin atau sedang menuju jalan menjadi seorang pemimpin, cobalah untuk sejenak merenungkan pilihan anda. Menjadi sosok yang manakah anda, BOSS atau LEADER?

Read More »